June 10, 2013

When We Feel Terrible...

Alhamdulillah dapet wisdom words yang mencerahkan juga dalam menghadapi 2 bulan yang kayanya agak 'badai' ini. Tulisan berikut ini aku kutip dari dannychoo.com, senang bacanya sebagai tambahan fuel untuk introspeksi..

"Hal buruk yang terjadi menolong kita untuk jadi lebih kuat dan mempersiapkan kita untuk hal yang sama atau lebih buruk lagi seiring perjalanan hidup.

Hidup itu kaya kapal di lautan, ga selamanya lautan tenang cuaca cerah. Ada badai besar banyak kebocoran di dalam kapal, tidak bisa mengendalikan, panik kapal terbalik.

Namun hari berikutnya kita terdampar di sebuah pulau dengan kapal yang rusak namun masih bisa diperbaiki. Pulau tempat kita terdampar sumber dayanya terbatas. Namun kita tidak boleh mengeluh bahkan harus menggunakan kepandaian kita untuk memanfaatkan apa yang ada.

Kadang di situasi ini kita mulai mengeluh dan menyalahkan orang lain dan memakai situasi tersebut sebagai alasan untuk menyerah. Alasan seperti ini sangat mudah dibuat dan membuat kita merasa lebih baik dalam waktu yang singkat namun dalam jangka panjang hal tersebut sangat merusak karena kita mulai menerima situasi tersebut ketimbang melakukan sesuatu terhadapnya.

Manfaatkan apa yang ada pada kita sekarang ini. Bila membutuhkan lebih, maka cari. Dan dapatkan itu di kemudian hari.

Kembali pada kapal yang rusak, gunakan sumber daya yang ada tidak hanya untuk memperbaiki namun juga memperkuat bagian-bagian yang lemah. Akhirnya akan menemukan cara baru dan tak terasa kapal kita akan siap untuk kembali ke lautan.

Kembali ke laut dan menghadapi badai lain. Namun kali ini lebih siap, tidak hanya dengan kapal yang lebih kuat tapi juga kemampuan yang bertambah. Kita tidak panik seperti sebelumnya. Kali ini sudah lebih mengerti cara mengendalikan kemudi di saat badai. Kita berkata kepada diri sendiri "Saya dapat melakukannya".

Sekarang kita menghadapi 2 hal buruk dalam waktu yang bersamaan. Tiba-tiba rasanya seperti sesuatu atau seseorang sungguh benci kepada kalian. Ketika lebih dari satu hal buruk menimpa kita pada waktu bersamaan, kadang-kadang sulit dipercaya dan membutuhkan waktu yang lama untuk mengatasinya. 

Kecuali sudah punya persiapan yang matang namun hal itu tidak terjadi sepanjang waktu. Tapi kita minimal punya cara lebih cepat untuk menghadapi dan memperbaikinya karena telah belajar dari pengalaman sebelumnya.

Hal yang buruk akan selalu terjadi pada kita, belajarlah untuk menghadapinya.
Laut badai dan cobaan bukanlah hal yang kita inginkan namun tidak ada yang dapat kita lakukan untuk mencegah mereka karena itu merupakan bagian dari alam dan akan terus kembali lagi. Dalam hidup hal-hal buruk terjadi setiap waktu. Namun coba bayangkan bila tidak ada yang terjadi dan hidup tanpa gangguan, hidup akan jadi sangat membosankan.

Segala sesuatu mungkin tampak tidak terkendali ketika hal buruk terjadi namun bila kita melepas kemudi dan membiarkan kapal berjalan tanpa tujuan maka itu pertanda buruk.

Seiring kehidupan, badai (hal/tantangan buruk) menjadi lebih besar namun ada hadiah yang lebih besar juga yang menanti. Kita dapat melakukannya kalau kita memilih meningkatkan kemampuan kita tiap waktu dan melawan badai dengan pengetahuan dan teknik baru ketimbang melepaskan dan membiarkan semuanya. 

Mengenai penyakit, sempat depresi tapi harus cepat sadar bahwa depresi tidaklah memperbaiki situasi dan putuskan untuk tetap melanjutkan hidup dan melakukan yang terbaik ketika masih bisa berjalan. Pandangan akan berubah lebih baik dan mengalami kemajuan dalam hidup.

Bersikap positif di waktu sulit dan hal itu akan menolong kita untuk bertahan sampai sekarang dan juga besok. Hal yang buruk kita perlukan untuk belajar dan menjadi lebih kuat. Untuk bertumbuh walaupun harus mengalami penderitaan.

Tetaplah kuat dan jangan kehilangan fokus. Jangan lepas kendali dan jangan biarkan kapal kita terbalik."

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...